Tampilkan postingan dengan label bitch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bitch. Tampilkan semua postingan
0 comments

BBB (bitch big book) 1:1

wealth is genetic and also survival skill. So don't be panic, when I (not immediately) kill those moneybags with my heels (BBB 1:1)

2 comments

Erotomania: Legal Stalker



Dari semua gangguan kepribadian, menurut saya erotomania adalah gangguan tergelap..
Ceritanya bisa menusuk semua orang yang mendengar, membaca, dan ikut larut dalam permainan sang pederita. Perkenalan pertama kali dengan jenis gangguan ini saya dapatkan pada waktu menonton film ”He loves me, He loves Me Not,”. Walaupun didominasi warna cerah, namun ceritanya akan membuat otak terombang ambing. Benar dan salah jadi susah diperhitungkan. Jika kamu pecinta sejati atau mau menjadi budaknya, tonton saja terus dan belajar!



Jadi apa sebenarnya erotomania? Gangguan ini sering disebut sebagai de Clerambaut’s syndrome. Dimana penderita memiliki waham bahwa seseorang memendam perasaan cinta kepadanya. Atau nantinya akan berkembang seperti penderita merasa sedang berpacaran dengan seseorang, yang mungkin tidak dikenalnya. Terkadang gerak gerik sang ”idola” merupakan tanda buat penderita untuk bergerak.
Delusi Erotomania sering ditemukan dalam sebuah gejala awal dari sebuah gangguan delusional atau dalam konteks Skizofrenia.

Perilaku Stalking sering menjadi salah satu tanda dari gangguan ini. Yaitu tidakan memperhatikan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang diperhatikan.
Tindakan pelaku erotomania yang terkenal adalah percobaan pembunuhan terhadap Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan oleh John Hinckley, Jr. Dilaporkan telah diakibatkan oleh erotomania yang diderita Hinckley. Dia merasa artis Jodie Foster akan membeberkan kepada publik bahwa ia cinta kepadanya setelah ia membunuh sang presiden. Hinckley sendiri terbebas dari jeratan hukum karena didiagnosa memiliki gangguan jiwa (skizofrenia).

Oh GOD! Seru kan apa yang Hinckley rasakan? Saya sering suka berjalan dalam kelamnya kisah-kisah penderita ini. Mengingat menggilai laki-laki waktu SMA, yang dari kerlingnya dan kibasan tangannya saya menganggap itu ”pertanda”. Kalau ”secangkir kopi” bilang saya GR, acara ngambeknya sampai berhari-hari.
Tapi apa boleh buat, jantung berdetak dan frekuensi otak tidak stabil bergabung pula tindakan-tindakan irasional akan membuat hari berwarna.
Sampai hari ini saya suka jatuh cinta, saya suka merasa ”lemah” karena hal itu. Memaksa mengirim proposal kepada cupid untuk terus menodongkan panah dihadapan saya.

Sekarang satu laki-laki telah lewat, puisi picisan berganti kartu kredit. Sprei, boneka, bantal (yang untungnya bisu) tidak bisa membeberkan fakta siapa saja yang sudah ada di sini setiap malam. Ah! Mau apalagi saya suka jatuh cinta (dengan… Kamu, Love, Babe, Cinta, Sayang, Dear)

” Bien que mon a mour soit fou,ma raison calme les trop vives douleurs de mon coeur en lui disant de patienter, et d’esperer toujours.(Walau cintaku gila, akal sehatku menenangkan rasa sakit dalam hatiku. Dia memberitahuku untuk bersabar dan terus berharap)” He loves me he loves me not .

written by seorang teman

0 comments

Teman vs Anjing

Cuman anjing yang buatku paling kapabel dalam mengapresiasi arti kata setia. Terhadap pasangannya saja manusia sangat sering tidak setia, apalagi sama seseorang yang berlabel teman?

Itu, si Ria (jelas-jelas nama bohongan), temen kuliah dulu. Aih, dia ini ya, dateng cuman kalau ada maunya aja.

“Temen sekamarku itu loh, rese banget. (bla…bla…bla…)”

“Hiks….kenapa dia berbuat seperti itu? Kan aku nggak pernah jahat sama dia. (bla…bla…bla…)”

“Aku nggak mau menikah seumur idup. Kalau bisa aku mau punya anak tanpa suami aja.” *PREEEEETTTT

“Bos di kantorku itu bener-bener bego deh!! (bla…bla…bla…)”

“Aku mau ngenalin kamu sama xxx. (bla…bla…bla…)”


Dan bla…bla…bla…blah!

Semua ocehan ini dikicaukan si Ria saat dia lagi jomblo, or paling nggak saat dia lagi dideketin cowok yang buntut-buntutnya dianggap nggak oke. Dan dia juga selalu nyariin gw untuk sekedar menyampah tentang cowok-cowok “nggak oke” itu.

Sudah 8 bulan terakhir ini si Ria punya pacar. Tebak apa yang terjadi? Pfffttt….ngilang dia, bener-bener ilang nggak ada bekasnya. Aku gak pernah lagi melihat batang idungnya, mendengar kabarnya, apalagi mendengarnya menanyakan kabarku.

Gitu ngakunya temen baik, sahabat. Eh, waktu udah ada laki-laki yang bisa dimanfaatin, temennya ditinggal gitu aja. Bah!

Sebenernya aku seneng-seneng aja si Ria punya pacar. Paling nggak, ada orang lain yang bisa dia sampahin. Aku juga udah mulai empet denger curhatannya yang makin lama kok ya terdengar itu-itu aja. Ndak kreatip.

Cuman, bukan ngilang kayak gini dong caranya kalau udah punya pacar. Harusnya kan kita masih bisa jalan-jalan senang bersama. Paling nggak, pacarnya kan bisa dimanfaatin untuk bertanggung jawab terhadap kesenangan kami. ;p

Ah sial, jadi keinget sama anjingku. Jelas dia lebih baik dari si Ria ini. Hahahahaha....

~written by sebatangrokok

0 comments

Guy (Gay) of the month

Versi Secangkir Kopi



Cowok yang bakal saya publikasikan bulan ini adalah seseorang yang bisa dibilang pernah dekat dengan saya beberapa tahun lalu. Ekspatriat asal Spanyol yang oh-my-God-he-is-so-damn-SEXY! Tanyakan kepada Seorang Teman atau Sebatang Rokok, mereka pasti tahu bahwa cowok Latin ini SAYA BANGET!!

Saat pertama kali dikenalin dengan cowok ini, hati saya keukeuh berkata, “Man...you’re so gonna be mine!”. *mata memicing khas shitnetron*

Lihat saja semua atribut yang ada di dirinya. Mata yang besar, kulit berwarna coklat kemerahan yang seksi, postur dan paras yang begitu sempurna di mata saya, semua itu otomatis membuat saya jatuh cinta. Apalagi ditambah dengan gaya berpakaiannya yang casual namun tidak berkesan berantakan. Saya berani bertaruh cowok seperti ini yang bakalan bikin perempuan-perempuan lain menggaruk-garuk mupeng. Hahahaha...

Dan ternyata, cowok ini tidak hanya sexy dari luar. Setelah saya mengenalnya lebih dalam, hati, attitude dan personality yang dimilikinya nyata-nyata turut mempesona saya. He’s a truly family man. Hal ini terlihat dari caranya memperlakukan anak laki-laki semata wayangnya bak pangeran. Bagaimana ia berusaha memaksimalkan waktu luang yang dimilikinya di tengah kesibukannya sebagai seorang DJ, demi sang anak.

He’s the man on the dance floor, he’s the man in the house...

Mmmuuwahh!!


Versi Seorang Teman




Hmm OK anggaplah saya mimpi dan gila. Cemburu dan menangis tersedu waktu pria ini mencium wanita lain. Curhat heboh sampai tidak ada yang mau mendengarkan karena curhatan saya irrelevant dengan kenyataan. But what can I do? Pria ini benar-benar sang heart catcher.

Namanya Matthew Gray Gubler, kelahiran tahun 1980. Perannya di serial TV Criminal Mind sebenarnya menjatuhkan karakter tampan yang sebelumnya pernah dibangun dari debut sebagai model.

Namun, justru dari kemampuan actingnya sebagai Dr. Reid-lah saya jatuh cinta pada sosok ini. Saya terkagum kagum saat dia berlagak linglung,kaku, gugup karena bawaan ADD (attention deficit disorder). Di sisi lain, this beautiful DR. Reid mampu menjawab berbagai pertanyaan kasus dari entah berapa banyak literatur yang telah dibacanya. Bayangkan, dalam satu menit dia bisa membaca 3000 kata. Mmm...otak yang indah bukan?

Dengan gelar doctoral yang didapatnya di usia 22 tahun, seketika itu juga dia menjadi seksi di mata saya. Yummy...yummy...yummy... Jika si Reid ini pacar saya, teman tidur saya, saya yakinkan pada kalian bukan hanya kepuasan di ranjang yang bisa didapat. Orgasme otak dan petualangan seru pasti akan mengiringi setiap kisah di blog ini. Aaahhh...

Selamat malam Matthew...DR Reid. Dan awas, jangan pernah berani berani selingkuh lagi!! *Erotomanic mode on*


Versi Sebatang Rokok




Terus terang, aku nggak suka dengan tipikal cowok-cowok pemain film Indonesia. Kecuali Nicholas Saputra, off course. He will and always be my dream guy. *drooling*

Tapiiiii...khusus untuk edisi kali ini, sepertinya aku harus membuat pengecualian. Masih dalam rangka terkesima dengan salah satu film lokal Indonesia, lelaki pilihanku bulan ini jatuh pada Adam. Itu loh, tokoh pembunuh berdarah dingin di Rumah Dara yang diperankan oleh Arifin Putra.

Saat pertama kali melihat tokoh Adam, aku langsung terkesima. Raut wajahnya yang kaku, rambutnya yang rapi jali, membuat sosoknya nampak oldies. And mysterious. What is sexier than a mysterious face?

Belum lagi saat melihat tatapan matanya yang tajam dan kejam, uuugh....merinding! (anehnya, in a good way) Mau deh mas ditusuk-tusuk pake pisaunya... ;p

Shit, I think I’m a masochist. Hah!

1 comments

Mitos VS Keajaiban Melati


Bunga Melati, Bunga Melati, bunga mungil nan wangi pelancar kawin. Hahahaha
Saya terbahak ketika mendengar kalimat itu muncul dari mulut tetangga, teman kuliah, dan banyak wanita lainnya.
Biasanya cerita tersebut berlanjut dengan bisik-bisik.

”Caranya adalah, harus mencuri pelan-pelan dari hiasan kepala sang pengantin,”
Percaya ngga percaya saya juga tidak bisa berkata. Pada kenyataannya saya belum pernah menjadi penjahat melati. Namun sebagai seorang perempuan keinginan menjadi ratu sehari memang suka terlintas. Sayangnya pada waktu itu saya abaikan karena pasangan saja belum ada.

Hingga sampailah saya pada sebuah dilema. Sahabat terbaik kami menikah, setelah menjalin hubungan kurang lebih 8 tahun. Yang perempuan (teman kami) tetap berkarier sebagai psikolog. Yang pria bekerja sebagai pelaut menyusuri benua dengan gaji EURO.
-wew-

Sayapun jadi dag dig dug, ah takut semakin jauh dari yang disebut pernikahan. Meskipun kadang kalau dipikir masuk sangkar emas lebih tidak enak daripada bebas. Namun apa boleh buat lingkungan mulai bertanya, orang tua kembali cerewet dan
ARGHHHHH!
SAYA HARUS MENCURI MELATI ITU!

Kami bertiga berkasak kusuk, dengan berbagai kemungkinan. Mulai dari kalau kondenya lepas jika ditarik keterlaluan. Mencari teori yang relevan kenapa harus mencuri. Membaca kitab suci agar tidak dosa. Menyiapkan mata-mata, pengalih perhatian dan trik menyelipkan bunga ke tas.

Dan setelah menenggak sedikit es puter kita telah siap. Gayanya tetap santai, tidak mengendap-endap. Setiap langkah dihitung maksimal, agar tetap gaya sampai di pelaminan.

Sebatang Rokok melancarkan aksi cipika cipiki, Seorang Teman mulai minta foto bersama dengan cerewetnya. Dan saya sengaja dekat-dekat

Menarik-narik (susah)

Menarik-narik-narik (susah)

Mencoba menarik lagi agak kencang

Dan ….saudara-saudara

Brollll broll JEBOL rangkaian melati itu lepas putus

Saya tersenyum, sahabat kami yang menikah tidak marah dan cekikikan Seorang Teman dan Sebatang Rokok tertawa tidak ada habisnya. Dan jangan lupa muka saya merah padam.

Hari itu kami bukan hanya menjadi pencuri melati, tapi penjambret melati pengantin.

Sudah dua tahun semenjak kejadian itu. Melatinya masih saya simpan. Bagaimana juga kejadian tersebut adalah sejarah.

Sahabat kami sekarang sudah punya momongan berusia satu tahun bulan lalu. Sebatang rokok terkadang punya pasangan terkadang tidak, lebih doyan ngoceh dengan kami.
Seorang Teman masih heboh berjalan-jalan kemana dia suka. Sebagian koleksinya ada di berbagai pulau.
Sedangkan saya, hari ini memandangi foto seorang pria yang good looking. And u know what ”He is my boy friend” (yang terkadang menyebalkan khas pria-pria, huh!)

Keajaiban melati kah? Ga tahu saya belum bisa menjawab sampai ada pertanyaan
”Would u marry me?”

written by secangkir kopi ~life is a beautiful enemy`

4 comments

B! ALERT: Kami Tidak Mungkin Direncanakan Jadi Istri??



Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri


WTF?? Siapa orang tolol yang melontarkan judgement seperti ini?

Mario Teguh! Hah!

Aku memang nggak pernah percaya sama yang namanya motivator. For me, they are the true hypocrite. Seseorang yang tak hidup di dunia nyata.

Lemme ask you these questions :

Apa sih definisi istri dalam benak Anda? Seorang yang bertugas melayani Anda? Yang harus terus menjaga anak-anak selagi Anda entah ada dimana sedang melakukan apa? Kami perempuan hanya Anda jadikan sebagai objek semata, bukan?

Anda beranggapan bahwa laki-laki memiliki nilai lebih dari seorang perempuan? Sehingga Anda tidak menyinggung tentang laki-laki yang demen clubbing, merokok dan mabuk-mabukan? Jika yang melakukan itu laki-laki, mereka dimaafkan? Mereka tetap dapat direncanakan menjadi seorang suami? Is that what you are trying to say?

Dan jika aku merokok, aku dugem dan terkadang aku suka minum, lantas Anda berpendapat aku tidak pantas menjadi seorang istri? Oh come on, open your sticky eyes! Tahu tidak, seorang perempuan tanpa rokok yang tak doyan mabuk pun bukan jaminan bisa menjadi sosok istri yang baik. Baik dan buruk tidak digambarkan hanya dengan sebatang rokok, sebotol liquor atau sedikit goyangan seksi di dance floor kok.

Kenapa Anda tidak mempermasalahkan saja para lelaki yang telah memiliki istri idaman, namun masih saja datang ke panti pijat untuk mendapatkan service ekstra? Atau jangan-jangan Anda tak berani menguak tabu pribadi Anda sendiri ya? Ih, memang begitulah kehidupan munafik sejati. Berbusa-busa menceramahi orang lain, sedangkan borok menganga lebar di dalam diri. Yuck!

Maybe this is breaking news for you, but we are much more than that. Kami perempuan lebih dari sekedar konco wingking yang bisa Anda nilai baik atau buruk dari kualitas kami memasak, atau membersihkan rumah, atau menjaga anak-anak. Kami bukan lagi second-class citizen loh, yang bisa Anda peram terus di dunia domestik.

Perempuan kini memiliki kebebasan untuk berkarya, untuk bekerja, dan untuk bersenang-senang. Kami punya hak yang sama dengan Anda untuk menikmati hidup, untuk merokok (meski kami tahu itu merusak tubuh kami, seperti para lelaki lain juga tahu bahwa itu merusak tubuh mereka), untuk dugem, untuk meliuk gembira, untuk menyisip minuman yang membuat kepala kami sedikit enteng.

Dan tenang, kami ini multitasking kok. Kami bisa saja merokok sambil memasak. Dan masakan kami tetap enak. Kami bisa saja menyesap sedikit wine sambil menyuruh suami kami untuk menyapu dan mengepel rumah. Kami juga bisa menjadi kawan chitchat yang intelek dan menyenangkan, sehingga suami kami tak memiliki alasan mencari kawan perempuan untuk diajak bicara cerdas. Dan jangan ditanya, kami juga mampu menjadi kawan (ataupun lawan) yang hebat di ranjang, sehingga suami kami tak perlu mencari variasi lain.

Anda masih bilang bahwa kami tidak layak menjadi seorang istri?

~written by sebatangrokok

4 comments

L on the forehead = LEBAY



Percakapan di pagi hari antara saya dan seorang teman tentang Alya (bukan nama sebenarnya).

Alya adalah teman SMA kami. Ukurannya standard lah, popular juga ga tapi bukan termasuk di”bully” ama lainnya. Masalah body (this is the most important thing) ga minus ga plus. Jadi penekanannya benar pada kata-kata ”BIASA”. Jangan bilang sombong, boleh kok bandingkan dengan aset fisik saya. Hahaha

Pada suatu saat dia datang tergopoh-gopoh mukanya sadis dengan pandangan ala sinetron.
”Lihat nih, lihat si Bondan nembak aku,” katanya pada kami di tengah kantin dengan suara kencang seperti geledek.
Surat yang dipegangnya langsung jadi barang mainan baru para gadis-gadis. Sambil digilir Alya tidak berhenti berbicara.
”Aku jijik ama dia, tingkahnya bikin enek, emang dia siapa sampe berani buat puisi lagu si Lumba-Lumba jatuh cinta,”
Saya dan teman menaikan satu alis berkali-kali. Berasa aneh. Yang lainnya manggut-manggut entah kegirangan atau pengen nonjok.

Oh come on…
Anggaplah itu masa SMA, masa masih susah membedakan malu dan suka. Masa norma yang pengertiannya belum jelas. Tapi sempat terlintas dalam pikiran kami. Bagaimana kalau keadaannya terbalik. Apa perasaannya.

Life is Unfair! Namun susah sekali membuat itu menjadi adil kalau Alya-Alya bergentayangan. Matanya ditutup tanpa pernah bercermin. Berusaha memposisikan diri sebagai Dewi Sandra tapi sebenernya mirin Jeng Kellin. HAHAHAHAH :D

Saya dan seorang teman bernostalgia. Mengingat setelah provokasinya susah berhasil Alya berlalu santai dengan gaya ”manis-centil -sok-laris”nya itu. Kembali ke kelas kaya ga terjadi apa-apa.

Beberapa minggu kemarin ketika asyik menikmati Froyo si Alya lewat. Dan kami berusaha memanggilnya. Ngobrol-ngobrol sambil ke-asem-an akhirnya tercetus kata-kata wasiat dari Alya.

”Gue belom pernah pacaran lagi sejak putus sama Aldi (pacar SMAnya),”

Saya dan Seorang Teman tetap berlagak pilon sambil mengelus-elus pundaknya. Memaksa untuk tidak tertawa.
HUAHAHHAHAHA

LOSER!

FYI: Bondan (bukan nama sebenarnya) korban cinta monyet tertindas itu kini telah jadi salah satu pengusaha terkenal. Single, Available, Marriage-able.
Sementara si Alya, masih ngeciprit masalah OB kantor nya yang suka curi-curi pandang.

CUIH!

T.R.A.G.I.S

HAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA (joget pisang)

Written by: secangkir kopi ~life is a beautiful enemy

2 comments

Cause We Are Bitches!


Hari minggu kemarin, kita akhirnya mutusin buat ngabisin waktu bareng di McD Basra, dan ngebahas our most big thing this month: blog!! Ini adalah topik yang paling penting buat kita selain “Bagaimana menjadi bitch yang baik dan benar”, seperti yang Sherry Argov bilang di bukunya.

Why Blog? Cause we are soo cosmopolitan!! Cause we are bitches! Dan, sori, kami tak membuka ruang debat untuk pernyataan ini.

FYI, blog ini bakal diisi oleh empat orang, tiga penulis dan satu editor. And after do our chat while enjoying beers, yang kita beli sebelumnya dari Sinar Bintoro.. (Satu-satunya hal yang kita benci dari McD: they don’t have any beer, and that’s sucks!), kita akhirnya menemukan nick name yang pas: Secangkir Kopi, Sebatang Rokok, dan Seorang Teman! Buat editor, kita milihin nick name yang pas banget sama orangnya yang soo-Indonesia, so apa-adanya: JAMU! See how much we love u, ed! Hakakakak

Well, the history has made! Enjoy our new blog.. and you’ll realize bahwa secangkir kopi, sebatang rokok, dan seorang teman bakal membuat hidup kamu makin ajeebb.

Written by : Secangkir Kopi

Edited by : JAMU